Timsus Gurita Polres Tanjung Balai Amankan TSK Anirat

19. 03. 08

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri dan teks Keterangan foto tidak tersedia.

Polres Tanjung Balai - Timsus Gurita Polres Tanjung Balai berhasil mengamankan TSK penganiayaan dengan pemberatan yang Tanpa hak menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan senjata penikam, atau senjata penusuk dan atau Dengan sengaja di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan / anirat terhadap orang lain ” sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 atau Pasal 170 Ayat (2) ke -1 Subsidair Pasal 351 Ayat (2),(1) Jo Pasal 55 Ayat (1) dari KUHP.

Tersangka a.n  ABDULLAH Alias DULAH (29), Islam, Wiraswasta, warga Jalan Kakap Lingkungan IV Kelurahan Pematang Pasir Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai.

Kejadian terjadi pada hari Minggu tanggal 3 Maret 2019 sekira pukul 21.00 wib di Jalan Senangin Lingkungan III Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai tepatnya di depan warung Wak Lolom.

Tersangka diamankan berdasarkan laporan korban a.n HANAFI (30), Islam, Nelayan, warga Jalan Gg. Arwana Lingkungan IV Kelurahan Pematang Pasir Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai dengan LP/61/III/2019/SU/RES. T. BALAI, tanggal 03 Maret 2019.

Adapun saksi-saksi a.n IMAM HAMBALI, Lk, 29 Tahun, Islam, Nelayan, Jalan Tambori Lk. IV Kel. Kapias Pulau Buaya Kec. Teluk Nibung Kota Tanjung Balai dan a.n M. FIRMAN, Lk, 32 Tahun, Wiraswasta, Jln Pematang Pasir Lk. IV Kel. Pematang Pasir Kec. Teluk Nibung Kota Tanjung Balai.

Kejadian tersebut diawali ketika 1 (satu) laki-laki a.n : LOHONG (Teman IMAM HAMBALI) mengatakan AF dengan mengatakan "KIBUS". Dan karena tidak terima dikatakan Kibus AF memanggil abangnya AH selanjutnya AH dan AF mendatangi HAMBALI, dan AH langsung mengambil parang dari jok Sepeda Motor miliknya dan mengarahkan ke IMAM HAMBALI.

Pada saat itu HANAFI yang berada ditempat mencoba utk melerai pertikaian, namun AF segera mengambil parang tersebut dari AH dan mengarahkan/menusukan ujung Parang tersebut ke dada HANAFI.

Akibat kejadian tersebut HANAFI mengalami Luka Tusuk pada Dada dan IMAM HAMBALI mengalami Luka sayat di lengan sebelah tangan kiri.

Modus Operandi Tersangka AH dengan sengaja membawa sebilah parang dari rumah yang di letakkan di bawah tempat duduk/jok sepeda motor dan seterusnya parang tsb diserahkan kpd AF utk digunakan melukai korban, pada saat AF berkelahi dengan korban.

Adapun barang bukti dari korban HANAFI berupa 1 (satu) bilah parang dengan gagang besi warna silver dgn panjang 70 centimeter, dari saksi IMAM HAMBALI berupa 1 (satu) potong baju kaos oblong lengan pendek merk lafuma warna hitam dengan robek pada bagian bawah lengan sebelah kiri dan 1 (satu) potong baju kemeja lengan panjang motif kotak-kotak dengan kombinasi warna abu-abu dan ungu bercampur bercak darah dan robek pada bagian ketiak sebelah kiri dan robek pada siku sebelah kanan dan dari tersangka AH berupa 1 (satu) unit sepeda motor Honda Vario 125 Warna Hitam tanpa nomor polisi untuk membawa/menyimpan sajam/parang

Tindakan Polisi yaitu, Menerima pengaduan & olah TKP, Melengkapi administrasi penyidikan, melakukan pemeriksaan terhadap korban dan para saksi, Melakukan penyitaan terhadap barang bukti, Melakukan Upaya paksa terhadap tersangka berupa penangkapan dan penahanan dan Mengajukan BP ke JPU.

Dari alat bukti yang telah dikumpulkan tersangka ABDULLAH Alias DULAH telah cukup bukti melakukan tindak pidana dan karna tersangka diduga keras melarikan diri/mengulangi perbuatannya serta tidak jujur dlm memberikan keterangan maka dilakukan penahanan di RTP Polres Tanjung Balai TMT 07 Maret 2019, sementara terhadap tersangka ARFAN tetap dilakukan upaya pencarian/penangkapan.(Humas Polres Tanjung Balai)

 

Dilihat: 579

        

Ke Atas